oleh

Dwi Iswati Kepsek MI Nurul Maula Al Amin Tuba Abaikan Protokol Kesehatan dan Diam-diam Belajar Tatap Muka

Diwaktu menghadapi tahun ajaran 2021 pihak sekolah tidak diperbolehkan melakukan belajar tatap muka semasa pademi Covid-19 dalam waktu yang belum ditentukan, dikarenakan rentangnya penyebaran wabah virus yang mematikan. Namun berbanding tebalik dengan pihak sekolah MI Nurul Maula Al Amin yang melakukan pembelajaran secara tatap muka langsung antara dewan guru dan para siswa-siswi di sekolah.

Menurut narasumber salah satu wali murid yang enggan namanya di publikasikan dalam berita mengatakan, kami sebagai wali murid sangatlah merasa resah karena dimasa pademi ini anak kami disuruh pihak sekolah belajar secara tatap muka langsung dan saling berkerumunan dengan siswa/siswi yang lain, dan anak kami masuk belajar tatap muka sejak hari Senin sampai hari ini.

“Kami takut jika ada salah satu siswa atau dewan guru nya yang ada di sekolah yang positif covid-19, dikarena penyakit itu tidak bisa terliat dan tidak bisa kita pastikan siapa yang sudah terkena penyakit itu, maka kami meminta agar pihak sekolah terutama kepada kepala sekolah agar tidak melakukan belajar secara tatap muka, paling tidak melakukan belajar secara daring atau dirumah,” ucapnya.

Lanjutnya, jika tidak silahkan rekan media ke sekolah lansung saja, dan liat secara lansung aktifitas anak-anak yang sekarang belajar secara tatap muka serta pihak sekolah menjual buka LKS sebanyak 14 mata pelajar dalam 1 mata belajar bayar sebesar Rp 10,000. (Sepuluh ribu rupiah).

Karena berapa hari ini saya mengantar anak ke sekolah lansung, dan dari pihak sekolah tidak ada yang namanya itu penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19 berupa sabun tempat cuci tangan, kapasitas kelas hanya boleh setengah terisi, jaga jarak minimal 1,5 meter, semua menggunakan masker, hingga pemeriksaan suhu tubuh diwajibkan. Namun semua itu tidak ada di sekolahan hanya ada air tempat cuci tangan saja, babarnya kepada awak media.

Masalah protokol kesehatan dan alat pencegah covid-19 yang tidak diterapkan oleh pihak sekolah dikarenakan dari hasil pantauan awak media, sejumlah siswa tidak terapkan 3M Memakai Masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak, bahkan sejumlah siswa saling asik bermain sambil mendorong sesama rekannya dan saling berkerumunan.

Pada saat awak media mempertanyakan kepada sejumlah siswa, “kami sampai sekolah belajar dan tidak dicek suhu tubuh serta hanya cuci tangan pakai air saja tidak ada sabun cuci tangan, pada saat ditanyakan maskernya, kenapa tidak menggunakan masker jawabnya tinggal di rumah.

Kepala sekolah (Kepsek) Dwi Iswati pada saat di komfirmasi awak media mengatakan “Bukan pihak sekolah melakukan belajar tatap muka melainkan merapatkan dewan guru dikarenakan gimana sistem pembelajaran daring yang akan kita laksankan, mulai surat edaran itu kita ketahui bahwa belajar tatap muka itu di hari senin, tapi ternyata kita mendapakan perbedaan lagi yaitu tidak bisa melakukan belajar tatap muka” Dalihnya Dwi Iswati kamis (07/01/2021)

Hari ini pun kita masih melakukan rapat bersama dewan guru dikarenakan mengatur posisi memakai sistem balajar dari rumah ke rumah, dan hari ini kita sudah rapat bersama dewan guru menentukan piket serta jadwal belajar.

Lanjutnya, bukan kami tidak melakukan protokol kesehatan, tapi kami mensikapi siswa yang tidak memiliki Handphone (HP) dan selama seminggu ini kita hanya melakukan pembagian buka Lembar Kerja Siswa (LKS). Dan siswa-siswi yang juga membeli buka LKS sebanyak 14 mata pelajaran, untuk harga satu LKS nya sebesar Rp7,500 (Tuju ribu lima ratus rupiah), jelasnya.

Sementara untuk tidak diterapkan nya 3M itu selama 2 hari ini mempersiapkan HAB Kemenag di guru-guru yang PNS baru hari ini, kebetukan kita sudah mau belajar daring maka kita tidak menkondisikan 3M itu lagi karena hari ini kita tidak belajar tatap muka lagi. Kamarin saja guru-guru sebagian saja yang hadir karena pada takut virus covid-19.

Dan kami juga sudah izin dengan Kabid Dinas Pendidikan Tulang Bawang dan diperbolehkan saja untuk hal itu, dan kami juga sudah diberikan teguran agar tidak melakukan belajar tatap muka oleh Kabid Dinas, mulai besok kita sudah tidak melakukan hal itu lagi, dan kita juga hanya membagikan buka LKS, tutupnya Dwi Iswati.

Kami berharap kepada pihak gugus tugas covid-19 setempat, agar bisa memberikan sanksi kepada kepsek yang tergolong nakal dan abaikan peraturan yang sudah ditetapkan oleh gugus tugas, dikarenakan sudah jelas kepsek MI Nurul Maula Al Amin abaikan protokol kesehatan dan diam-diam belajar tatap muka.(Fer)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed