oleh

MI Nurul Maula Al-Amin Tuba Belajar Tatap Muka, Kemenag dan Gugus Tugas Covid-19 Harus Tegas

Yayasan pendidikan MI Nurul Maula Al-Amin yang terletak di Dusun Gedong Dalam Blok D Ujung Gunung Ilir Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang diduga langgar protokol kesehatan (Prokes).

Pasalnya, kendati pemerintah setempat telah menghimbau siswa didik untuk melakukan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring (tidak bertatap muka) akibat rentannya penyebaran virus yang mematikan ini.

Dibeberapa waktu lalu stetement oleh K.A MI Nurul Maula Al-Amin Hj Dwi Iswati S.Pd .M.Pd yang mana pernah dimuatkan dalam berita waktu lalu “Kalau masalah siswa yang pada masuk ini bukan karena belajar tatap muka mas, tapi itu kami kumpulkan untuk membagikan buku LKS yang dibeli kepada kami sebagai bahan untuk belajar daring, kasian gurunya kalau harus membagikan dari rumah ke rumah karena terus terang guru-guru disini pada ketakutan karena salah satu pasien covid yang meninggal itu tetangga salah satu guru disini,” kilah Dwi Iswati.

Kementerian Agama (Kemenag) H.Marsudi.S.Ag.S.Pd.IM.Pd.I Seksi Pendidikan Madrasah Kabupaten setempat mengatakan “Sudah kita panggil yang bersangkutan, dan kita juga ada yang namanya pembina pengawasannya dengan ibu Nurhana nya, dan sudah kita panggil atas ada pemberitaan itu”.

Bahwa kami pihak Kemenag ini sudah memakai peraturan SKB dengan telah ditetapkannya Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, Nomor 04/KB/2020, Nomor 737 Tahun 2020, Nomor HK.01.08/Menkes/7093/2020, Nomor 420-3987 Tahun 2020 tentang Panduan Penyclenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), bahwa pihak Gubenur Lampung katakan daring dan surat edaran Bupati Tulang Bawang pun daring, babar Marsudi.

Sudah kita proses tentang pemberitaan soal belajar tatap muka dan langgar prokes serta sudah kita prores dan kita pinta penyataan soal berita yang sudah beredar di media, “itu sebenarnya bukan tatap muka mereka itu mengumpulkan wali murid dalam rangka untuk mempersiapkan belajar daring kebetulan anak-anak atau siswa itu pada mau ikut dikarenakan rindunya pembelajaran di sekolah, dan kebetulan acara itu kawan-kawan media datang ke sekolah karena ada informasi soal balajar tatap muka” kata Marsudi kepada media atas penjelasan Dwi Iswati.

Namun penjelasan dari Dwi Iswati kepada pihak Kemenag berbanding tebalik, dikarenakan menurut beberapa narasumber yang terpercaya bahwa pihak sekolah sudah melakukan belajar tatap muak sejak hari senin, dan dirinya sebagai wali murid sangat cemas dan resah akibat dimasa pademi ini anaknya justru malah harus pergi ke sekolah dan melakukan kontak langsung terhadap dewan guru dan siswa lainnya.

Lanjutnya, tidak ada yang namanya pihak yayasan yang mengumpulkan wali murid dan sehingga anak-anak kami ikut berangkat ke sekolah, silahkan tanya dengan wali yang lain, adakah mereka yang di panggil atau di kumpulkan di sekolah, sudah jelas belajar seperti dahulu kawa sebelum ada wabah virus covid-19, tendasnya wali murid.

Karena berapa hari waktu itu saya mengantar anak ke sekolah lansung, sayapun terkejut, pihak sekolah saya nilai sembrono sebab tidak sama sekali menyediakan sabun untuk anak cuci tangan hanya saja ada sebuah galon yang berisikan air. Tak hanya itu, pemeriksaan suhu tubuh dan jaga jarakpun sepertinya tidak di terapkan serta tidak ada wali murid yang di rapatkan oleh pihak yayasan itu hanyalah dalihnya dan alasannya semata.

Berbanding tebalik atas statement beberapa dari wali murid serta statement K.A MI Nurul Maula Al‐Amin Dwi Iswati kepada pihak Kemenag. Kami berharap kepada pihak instansi yang berwajib terutama Kemenag dan Gugus Tugas Covid-19 khususnya yang mana di ketua langsung oleh Bupati Tulang Bawang Dr. (Cand) Hj. Winarti, SE., MH, agar bisa mengambil tindakan tegas atas hal ini (Fer)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed