oleh

Peningkatan Kapasitas Petugas Gizi Dalam Interversi Stunting Kabupaten Tulang Bawang 2019.

Tulang Bawang (Lampung). lampung.wartaposgroup.co.id
Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang melalui Seksi Gizi Masyarakat mengadakan Pertemuan Peningkatan Kapasitas Petugas Gizi dalam intervensi Stunting tahun 2019 ini. Acara secara Resmi di buka oleh Kepala Dinas Ke
sehatan Kabupaten Tulang Bawang yang diwakili oleh Bapak I Nyoman Jana selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat. Dalam sambutannya I Nyoman Jana menyampaikan bahwa “ Indonesia mempunyai masalah gizi yang cukup berat yang ditandai dengan banyaknya kasus gizi kurang, malnutrisi dan stunting.
Malnutrisi merupakan suatu dampak keadaan status gizi. Stunting adalah salah satu keadaan malnutrisi yang berhubungan dengan ketidakcukupan zat gizi masa lalu sehingga termasuk dalam masalah gizi yang bersifat kronis terang Nyoman. Prevalensi stunting di Indonesia lebih tinggi dari pada negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Myanmar (35%), Vietnam (23%), dan Thailand (16%) dan menduduki peringkat kelima dunia. Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita. Intervensi yang paling menentukan untuk dapat mengurangi pervalensi stunting oleh karenanya perlu dilakukan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dari anak balita.
Pencegahan stunting dapat dilakukan antara lain dengan cara:
1.     Pemenuhan kebutuhan zat gizi bagi ibu hamil.
2.     ASI eksklusif sampai umur 6 bulan dan setelah umur             6 bulan diberi makanan
3.     pendamping ASI (MPASI) yang cukup jumlah dan                   kualitasnya.
4.     Memantau pertumbuhan balita diposyandu.
5.     Meningkatkan akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi, serta menjaga kebersihan lingkungan
Dalam rangka upaya penurunan Stunting di Kabupaten Tulang Bawang dari 32,49% di tahun 2018  menjadi maksimal 28% di tahun 2019, maka diperlukan intervensi untuk menurunkanangka Stunting. Untuk menunjang kegiatan tersebut perlu adanya Tenaga Kesehatan yang berkualitas khususnya Tenaga Pengelola Gizi. Sebagai ujung tombak pelayanan perbaikan gizi mayarakat , diharapkan Tenaga Pengelola Gizi  mampu melaksanakan pemantauan pertumbuhan (Surveilans Gizi), Promosi ASI Eksklusif, Pemberian Suplemen gizi makro dan mikro (PMT, TTD, Vitamin A, Taburia, Zinc, Kalsium), Penanganan kekurangan gizi dan Pemberian obat cacing.
Selanjutnya selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat yang secara langsung menjadi leading sektor Masalah gizi ini, I Nyoman Jana meminta kepada seluruh Peserta mengikuti kegiatan ini secara baik serta tak lupa meminta dengan sangat setelah selesai megikuti kegiatan ini para Petugas Gizi dapat dengan segera Bergerak Melayani Warga dengan hati dalam mengintervensi masalah Gizi. Diakhir kalimatnya beliau membuka secara resmi Pertemuan ini.
Kegiatan yang dilaksanakan di Bukit Randu Hote and Resort ini, dari  bulan Juni 2019 tersebut berjalan sesuai jadwal serta penuh semangat serta antusias para peserta dengan Narasumber yaitu Media Lisna,S.Gz.,M.Kes dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Propinsi Lampung dan Agustina Yuandini dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). Diikuti oleh Petugas Pengelola Gizi di 18 Puskesmas se-Tulang Bawang dan Perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang bertujuan meningkatkan kapasitas petugas gizi dalam intervensi stunting. Secara khusus bertujuan untuk meningkatkan cakupan program gizi, berjalannya sistem monitoring, evaluasi program & sistem pelaporan serta pencatatan dengan baik serta tersosialisasinya intervensi stunting ke masyarakat (feri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed