oleh

Telan Dana Ratusan Juta, Lapangan Bola Voli Dan Rabat Beton Diduga Sarat Penyimpangan

Pringsewu – Kegiatan Pengerasan jalan dan Kegiatan Pembangunan sarana dan prasarana sosial bersumber dari Dana Desa (DD) 2018 Pekon Banjar Rejo Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu diduga sarat penyimpangan.

Hasil penelusuran dan data yang dihimpun awak media, pengerasan jalan Rabat Beton dengan biaya Rp. 718.208.000,00 dan Lapangan bola voli dengan anggaran Rp.113.056.000,00, kedua pekerjaan tersebut kualitas sangat buruk dan diduga diborongkan.

Keterangan gambar : Lapangan bola voli Prkon Banjarejo Kecamatan Banyumas

Dalam hal ini, Kepala Pekon Banjarejo tidak mengikuti arahan Presiden terkait kebijaken padat karya tunai di desa dan Penguatan Kebijakan Percepatan Pelaksanaan Undang-Undang Nomcr 6 Tahun 2014.

Padahal, dalam keputusan tersebut telah ditetapkan beberapa kebijakan yang salah satunya berupa Pelaksanaan Padat Karya Tunai di Desa. Dalam penggunaan Dana Desa untuk Padat Karya Tunai di Desa merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat marginal/miskin, Pengangguran, dan Keluarga dengan gizi balita buruk yang bersifat produktif berdasarkan pemanfaatan sumber daya alam, tenaga kerja, dan teknologi lokal dalam rangka mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendapatan dan menurunkan angka stunting.

Dana Desa yang merupakan salah satu sumber pendapatan dalam APBDesa yang peruntukan penggunaannya untuk kegiatan pembangunan desa perlu dilakukan  untuk menyelaraskan dengan kebijakan kegiatan Padat karya tunai agar terjadi sinergisitas dalam implementasi dilapangan. Terhadap penggunaan dana desa untuk upah tenaga kerja masyarakat dalam pembangunan desa wajib dialokasikan paling sedikit 30% (tiga puluh persen) dalam rangka menciptakan lapangan kerja di Desa.

Dilokasi pembangunan, terlihat buruknya kualitas lapangan bola voli sudah terdapat keretakan keretakan pada lantai, begitupun rabat beton yang sudah tambal sulam sehingga biaya tak sebanding dengan kualitas hasil pembangunan.

Terang salah satu warga kepada awak media bahwasanya pembangunan lapangan tersebut dibangun ditahun 2018 sedangkan berapa jumlah anggarannya pun ia (red) tidak mengetahui karena dilokasi pembangunan tidak terpasang papan informasi.

“Saya tidak tau mas berapa anggarannya,kalau yang saya tau dibangunnya tahun ini 2018 ” ucapnya

Dalam hal ini pemerintah melalui dinas terkait perlu melakukan audit kembali terkait anggaran yang dikucurkan untuk pembuatan lapangan bola voli juga lakukan croscek untul hasil dari pembangunan yang menelan anggaran ratusan juta rupiah sehingga terjadi dugaan sarat KKN.

Saat awak media konfirmasi lewat telephone selulernya, Herman Kepala Pekon Banjarrejo dihubungi tidak dijawab, pesan singkatpun tidak dibalas, hingga berita ini diturunkan belum ada yang bisa dikonfirmasi terkait dua pekerjaan tersebut.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed